Vella

Pada suatu hari Pangeran dari Negeri Nesquik berniat untuk mencari seorang pendamping untuknya. Pangeran ini terkenal dengan ketampanan dan kebaikannya, selain itu negeri Nesquik juga merupakan negeri yang makmur. Sayembara disebar ke banyak negeri termasuk ke negeri jawara dan negeri kalah.

Semua putri-putri tercantik perwakilan dari tiap negeri datang. Mereka berdandan secantik mungkin, menggunakan aroma ditubuhnya, menata rambutnya, semua yang terbaik mereka tampilkan sambil membawa pelitanya. Mereka hanya dapat masuk menemui pangeran apabila pelita mereka menyala.

Semua putri mengunggu pangeran diluar ruangan. Mereka menunggu menunggu tapi sang pangeran tak juga datang. Mereka berulang-ulang kali harus menata penampilan mereka agar tetap terlihat cantik. Bahkan beberapa dari mereka ada yang tertidur.

Pada waktu tengah malam tiba-tiba ada yang berseru “Pangeran datang!” Terjagalah semua putri dan mulai merapikan diri mereka. Kemudian mereka semua terkejut mendapati bahwa pelita mereka semua sudah padam. Mereka mulai panik mencari-cari orang yang dapat memberi mereka minyak agar mereka dapat menyalakan pelita mereka lagi. Mereka mulai mencari-cari penjual minyak di tengah malam. Tapi tidak dengan Putri dari negeri Vella. Dia membawa persediaan minyak. Putri-putri lain mulai merenggek ke Putri Vella agar memberikan sedikit minyaknya, tapi sayang persediaannya hanya cukup untuk dirinya sendiri.

Negeri Vella bukanlah negeri kaya, mungkin bisa tergolong miskin. Tapi mereka beruntung memiliki seorang putri yang sangat bijak. Hanya putri Vella yang diperbolehkan masuk dan menemui Pangeran Nesquik karena hanya pelitanya lah yang masih menyala. Akhirnya putri Vella yang terpilih sebagai pendamping pangeran Nesquik.

Advertisements

Sakura

Musim semi datang. Hari-hari terang datang, matahari akan menampakkan wajahnya lagi, dan masa-masa menggembirakan untuk semua tumbuhan telah datang. Sakura akan mulai bersemi memperlihatkan keindahannya diantara semua tumbuhan lagi.

Tapi rupanya ada satu Sakura yang bersedih. Kekasihnya yang biasa tumbuh disebelahnya mati. Dan Ia ingin mati juga rasanya. Ia sudah ditebang hilang tak ada lagi sekarang. Karena itu Sakura ini menolak untuk mekar, mati lebih baik untuknya.

Saat hanami (ohanami) akan segera datang. Teman-teman disekelilingnya mulai menyemangatinya untuk mekar. Dahulu, sakura ini dan pasangannya merupakan duo terkenal pada saat hanami karena mereka akan menghasilkan banyak sekali bunga sakura yang berwarna merah muda indah. Ia tetap menolak untuk tumbuh.

Seorang teman dekatnya datang. Mencoba menghiburnya. “Kita merupakan salah satu metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal. Lalu mengapa kamu begitu marah terhadap ketidakkekalan?Relakan lah dia pergi”ujar temannya. Tapi merelakan dia pergi bukanlah pilihannya.

Seorang pengamat sakura datang mendekatinya. Bergumam kenapa sakura ini tidak juga menunjukkan tanda-tanda mekar padahal tanah dibawahnya mengandung banyak sekali humus, matahari pun mengenainya dengan sempurna. Dia mulai memeriksa sakura itu dan menemukan tak ada satu penyakitpun yang ditemukan. Perasaannya yang sakit.

Tibalah saat hanami datang. Banyak orang kecewa karena biasanya mereka senang duduk dibawah sakura itu, menikmati keindahannya. Sakura itu tetap memilih tidak mekar.

Tak lama sakura itu pun mati. Walaupun disekitarnya sahabatnya, matahari, dan tanah memberi cinta yang terbaik untuknya. Sesuai pilihannya.

—————#——————————

hanami : sebuah tradisi piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura